SAFAHAD - Viral aparat TNI-Polri menjaga SPBU Vivo usai kenaikan harga BBM resmi diumumkan. Menanggapi hal itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu memberikan sindiran keras kepada pemerintah.

Menurutnya, dengan penjagaan aparat tersebut, pemerintah terkesan dilarang mendapatkan kebutuhan yang lebih murah.

Advertisement
Swipe Up
“Ini apa2an ? Rakyat dilarang mendapatkan kebutuhan yg lebih murah,” ucapnya dalam akun twitternya, Selasa, (6/9/2022). Dia mengingatkan bahwa salah satu tugas pemerintah adalah menyejahterakan rakyatnya.

“Ingat - salah satu tugas pemerintah adalah mensejahterakan rakyat,” tutur Said Didu. Diketahui, sejak harga BBM mulai berlaku pada Sabtu, (3/9/2022) sore lalu, sebagian warga memilih beralih ke SPBU Vivo.

Pasalnya, harga BBM yang dijual ritel SPBU swasta tersebut lebih murah dibandingkan dengan Pertamina. Misalnya saja BBM jenis Revvo 89 sempat dijual Rp8.900 per liter.